Jumat, 15 April 2016

Manusia Unggul

A. Pengertian Manusia Unggul

Era globalisasi bisa dikatakan era yang bersifat horizontal, inklusif dan sosial. Era yang telah diisi dengan keberagaman keahlian manusia dan kompleksitas permasalahan sosial. Era yang penuh persaingan dan menyeluruh pada semua aspek kehidupan masyarakat. Menyambut era globalisasi membutuhkan usaha yang tidak mudah. Pasalnya, persaingan yang kompetitif akan menyertai setiap detik kehidupan. Oleh karena itu, setiap orang harus membekali diri dalam rangka memenangkan kompetisi di era globalisasi sekarang ini.
Kompetisi tidak hanya terjadi di lingkungan kerja yang bersifat kekantoran, tetapi juga di dunia bisnis, khususnya wirausaha atau lebih populer dengan kata entrepreneurship.  Kompetisi yang sehat akan menghasilkan hasil yang baik. Sebaliknya kompetisi yang tidak sehat akan memperburuk suatu keadaan. Di lingkungan kerja, kompetisi umumnya terjadi dengan sesama karyawan disuatu kantor. Kompetisi horizontal dalam sebuah kantor merupakan persaingan dalam rangka mencari kedudukan yang lebih tinggi.  Dalam dunia bisnis, kompetisi seringkali terjadi karena persaingan antar produk dan pemasaran.
Meski demikiann, yang utama adalah sumber daya manusia (SDM) yang selalu bekerja secara  profesional. Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional akan mencetak manusia unggul. SDM ini selalu berorientasi pada kemajuan yang dapat meningkatkan kualitas pribadi seseorang. Bagi suatu instansi baik negeri ataupun swasta, apabila institusi mereka mempunyai banyak sumber daya manusia yang expert dibidangnya, maka institusi mereka akan mengalami pertumbuhan yang signifikan baik mulai produk, pelayanan dan sebagainya.
Manusia unggul adalah manusia yang mempunyai berbagai kelebihan. Keunggulannya tidak hanya satu melainkan memiliki berbagai skill yang dibutuhkan. Manusia unggul ini selalu berorientasi menjadi yang terdepan. Dan, Manusia unggul pastinya berbeda dengan manusia pada umumnya. Perbedaan manusia unggul umumnya terletak pada kemampuan yang dimiliki baik skill dalam menyelesaikan segala persoalan dengan tepat dan cepat maupun kemampuan dalam hal berinovasi menciptakan sesuatu yang baru.
Melahirkan manusia unggul jangan disalahpahami hanya dengan pengertian meloloskan siswa-siswa berprestasi yang mampu merengkuh juara olimpiade fisika, matematika, atau kimia. Menjadi manusia unggul bisa dialami oleh siapa saja yang mampu mengatasi kediriannya menuju kedirian yang lebih. Sifat serakah dan senang korupsi adalah manusiawi dan bahkan menjadi bagian tak terpisah dari manusia. Untuk lahir menjadi manusia unggul, seseorang harus bergerak untuk memperbarui kemanusiawiannya menjadi lebih manusiawi dengan menjelma menjadi manusia yang tidak serakah dan senang korupsi.
Seorang pejabat akan bernilai lebih jika setiap saat dia berhasil mengawasi dan menekan nafsu korupsinya. Dalam mengarungi bahtera kehidupan yang nyata itulah manusia diberi kuasa untuk memikul tanggung jawab atas dirinya sendiri. Dia harus menciptakan nilai-nilai untuk dirinya sendiri pada saat perjalanan kehidupan tersebut.
Berbagai keuntungan akan mendampingi manusia unggul tatkala mereka bersaing dengan orang lain. Manakala kita melihat dari namanya saja manusia unggul, hal ini menunjukkan bahwa manusia tersebut unggul dari para pesaingnya. Meski demikian, yang paling pokok adalah menjadi manusia unggul yang selalu bersumber pada Al Qur’an dan Al Hadist akan mengantarkan keselamat an kehidupannya dunia dan akherat. Pasalnya, mereka selalu berorientasi pada ilmu pengetahuan. Sebagaiamana disebutkan dalam Al Qur’an bahwa ilmu pengetahuan merupakan amalan yang tidak pernah terputus.
Berangkat dari pemaparan diatas, manusia unggul merupakan manusia yang memiliki kualitas yang tentunya tidak dimiliki manusia pada umumnya. Mereka selalu berusaha dan bekerja keras untuk menjadi yang terbaik. Disamping itu, Manusia unggul tentunya memiliki ilmu pengetahuan yang luar biasa. Manakala bangsa Indonesia memiliki banyak manusia unggul, maka bangsa kita tidak hanya dapat bersaing dengan negara maju di era globalisasi ini, tetapi juga bisa menjadi negara inovator bagi negara maju. manusia unggul ini akan memberikan kontribusi yang besar bagi bangsa.

B. Hubungan Budaya Dengan Manusia Unggul
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai
1) Penganut kebudayaan,
2) Pembawa kebudayaan,
3) Manipulator kebudayaan, dan
4) Pencipta kebudayaan.

Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender,
Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas, seberapa banyak imigran yang datang, watak dari penduduk asli, keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya, dan tipe pemerintahan yang berkuasa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar